Analisis Teknikal Saham

77 views

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa saham ialah salah satu opsi investasi yang memberikan keuntungan yang besar (high return). Keuntungan yang didapatkan bisa dalam wujud capital gain ataupun dividen. Memang dari segi keuntungan, saham ialah investasi yang menggiurkan. Namun, di balik keuntungan tersebut tersimpan risiko capital loss.

Tentunya investasi saham benar-benar berbeda dengan instrumen investasi lainnya, seperti properti, tabungan berjangka, deposito, emas, obligasi, ataupun reksa dana. Tiap-tiap-tiap investasi mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun demikian, di antara berbagai instrumen investasi tersebut, yang bisa memberikan untung besar dalam waktu singkat ialah investasi saham.

Apabila analisis fundamental cenderung lebih pada analisis elemen-elemen mendasar, analisis teknikal justru menekankan pada pemakaian data historis mengenai perubahan harga saham, volume perdagangan, dan indikator pasar lainnya. Sebetulnya, analisis teknikal umum dipakai pada bursa saham, bursa komoditas, atau pasar lainnya yang dipengaruhi permintaan dan penawaran.

Dengan menggunakan analisis teknikal, analis ataupun pemodal bisa memaksimalkan penggunaan data-data pasar, seperti harga saham, pasokan, dan permintaan pada masa lalu serta volume perdagangan. Data volume perdagangan ini sering menjadi pertimbangan khusus dalam mencari ilustrasi umum tentang situasi pasar untuk mempermudah dalam memprediksi tren harga berikutnya.

Volume perdagangan lazimnya juga terkait dengan kenaikan ataupun penurunan harga saham. Istilah yang cukup diketahui ialah bearish, ialah pola pasar dengan penurunan harga yang ditiru oleh volume penjualan yang tinggi. Cara yang dipakai dalam analisis teknikal dapat berbagai-variasi. Namun, pada lazimnya, para analis memanfaatkan sistem moving average (MA), double top/double down, head & shoulder, triangle, dan support tahapan & resistance tahapan. Semua teknik tersebut nantinya diperlukan untuk mengambil keputusan yang mesti dilakukan ketika timbul kesempatan untuk membeli atau menjual saham.

Diamati dari tingkat kekeliruan, analisis teknikal lebih riskan karena mempunyai kesempatan pembacaan yang keliru. Meskipun demikian, jika kita disiplin dalam menggunakan prinsip-prinsip yang telah disebutkan di atas maka tingkat ketepatannya juga dapat tinggi. Sebetulnya, analisis teknikal tidak layak bagi orang yang mau berinvestasi dalam bentang waktu yang panjang. Sementara analisis fundamental benar-benar diperlukan untuk menggali info tentang seluk-beluk perusahaan yang menerbitkan saham tersebut. Gabungan dari kedua analisis di atas jika dipahami dan dikerjakan dengan benar akan memberikan imbal balik investasi yang maksimal.

Tags: #Analisis teknis #Bursa efek #Investasi

Leave a reply "Analisis Teknikal Saham"

Author: 
    author